Apalah arti sebuah nama….kata seorang pujangga, ternyata akan lain jika anda baca berikut ini.
Setiap teman saya yang namanya Mulyono, belum pernah ada yang mengecewakan, sesuai dengan arti harfiahnya dari kata mulia yang bisa diartikan orang terhormat.
Dulu ada acara di TVRI, “Berbahasa Indonesia yang baik dan benar”, salah satu pembicaranya adalah Anton Mulyono, yang berbicaranya amat santun, teratur, tenang. Lain lagi teman waktu di SMP Cimalaka, namanya Mulyana, maklum dari Parahiyangan, waktu bertemu lagi sesudah sama2 bekerja, profesi dia jadi seorang Guru, yang bawaanya juga tenang, seperti air mengalun. Sedang Eddy Mulyono lainnya adalah sama2 kerja di muara Badak, dia dibagian Warehause, orang yang paling besar badannya, tapi lincah dilapangan Badminton, kalau berbicara tenang dan kharismatik. Jika anda tinggal didaerah Buahbatu Bandung, didaerah dekat Kantor Bersama Sukarno-Hatta arah ke jalan Tol Padaleunyi, silahkan datangi Lapangan Badmintonnya, salah satu usaha beliau dimasa pengsiunnya, menyewakan lapangan olah raga Badminton.
Yang akan saya ceriterakan ini adalah dua teman saya yang satu tinggal di Balikpapan, dan satunya lagi di Athens. yang tinggal di Balikpapan ini namanya Antonius Mulyono. Pertama kenal, saya jumpa waktu bersama di ruang tunggu di Airport Sepinggan, menunggu keberangkatan Chopper dengan tujuan Muara Badak. Waktu itu saya lagi cari Duddy Hidayat berkeliling tengak tengok, tiba2 A. Mulyono mengingatkan saya bahwa Duddy H. ada di ruang tunggu lainnya. Padahal saat itu belum kenal dengannya, saya bergumam, siapakah orang ini ! Mata sorotnya tajam, tanda2 kebotakan sudah mulai kelihatan, keningnya lebar, rambutnya lurus, kok mau menolong saya ?
Ternyata si Mulyono Bppn ini, tahu siapa saya karena ada kepentingan dibalik itu, saat itu saya kerja di bagian HRD, setidaknya jika ada promotion untuk “jalan2″”ke Jawa pasti ketemu aku dalam urusan per-diem-nya. Disamping itu juga ternyata ada hubungan dengan Duddy Hidayat yang pernah sama2 bekerja di Total, sebelum hijrah ke Roy Huffington.
Singkat cerita saya dan A. Mulyono bertambah akrab sering bertemu di Mesjid Al-Muhajirin, di lapangan kerja Muara Badak, dilanjutkan diskusi soal agama di baraknya, kadang2 berkumpul bersama teman lainnya sampai 8 orang, yang kebanyakan dari Jawa Timur, saya sendirian yang bukan dari Jatim, sehingga pembicaraan lebih dominan pakai bahasa daerah Jatim. Lama2 saya dongkol dan berucap : “dasar jawa keturunan ketek….ya bicara juga kaya kera !…habis aku tidak bisa berbahasa daerah jawa, meskipun kakak iparku ada yang dari Jawa. Bisa dibayangkan “”kera2″ itu mau marah sama saya, terutama si Mulyono itu..” apa kau bilang Mang !(sapaan akrab dia ke saya)…Saya timpal :..”iya kalian kaya monyet, ini berdasarkan ilmiah akhli purbakala dari UGM, Prof. Yakob yang menemukan tengkorak purbakala di daerah Muntilan..dan dinyatakan sebagai nenek moyang orang Jawa” Akhirnya suasana jadi tenang kembali, mereka bisa terima ejekan saya dan semenjak itu mereka berbicara menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar jika ada saya disitu.
Selang dua hari, A. Mulyono menyapa saya waktu salat dzuhur berjamaah di mesjid Al-Muhajirin,..”‘ To, nanti malam ke kamar saya, ada oleh2 dari Jawa ! ” OK, jawabku. Biasa jam 20-han sudah terkumpul sekita 8 orang, yang berbicara pertama A. Mulyono, :”To, sekarang aku tahu asal-usulmu…ok..timpalku…Kalian orang sunda itu adalah keturunan ASU !…Lho dari mana tuh penjelasan ilmiahnya ! Dia, si A. Mulyono bicara serius, tenang, …bahwa nenek moyang kamu dari Sangkuriang, dan ayahnya adalah si Tumang, se’ékor anjing buruan, yang suaminya putri Dayang Sumbi….semua orang tertawa terbahak, saya sendiri melakukan pembelaan : wah itu kan ceritera rakyat dari “Sasakala Tangkupan Perahu”, dan si Tumang itu adalah jelmaan seorang Dewa yang lagi menjalani hukuman…..Ah itukan asal-usul orang sunda…asu tetap aja anjing !! Saya tidak bisa berkutik karena satu lawan tujuh orang “kera”….hahahahahahaha…skor satu-satu.
Kalau A. Mulyono Balikpapan masih sebaya denganku, lain dengan Mulyono Athens, dia masih muda, baru 34-tahunan umurnya, tapi baiknya tidak ketulungan. Dia mau menolong migrant2 yang dalam kesulitan hidup…mana ada yang gratis hidup di Greece ? Semuanya perlu Euro, untuk makan, air, akomodasi, transportasi, tilpun, rokok dan biaya untuk membuat kelengkapan surat2 dsb, pokoknya harus punya kerjaan, jika tidak…ya siap ter-lunta2. Ini Eropa Bung !! Tidak seperti di Indonesia bisa tinggal dengan ortu sampai kapan saja jika punya muka kulit badak.
Sesudah ditolong, orang itu diarahkan untuk produktif, dia beli peralatan untuk jasa salon mobil, cari order ke keluarga Indonesia yang mempunyai kendaraan roda empat. Dari situ orang jadi punya penghasilan. Waktu bertemu di salah satu pertemuan di rumah orang KBRI yang relatif pada makmur dan megah dan tidak mencerminkan kemakmuran rakyatnya, saya langsung bisa nyambung dalam hal pembicaraan menggagas ide2 untuk mencari solusi mengatasi kesulitan hidup di Athens ini. Sekarang ini saya dan Mulyono Athens sedang menyusun program kerja untuk mengentaskan permasalahan2 keruwetan hidup untuk lebih baik dan bersaing sesama migrant dari negara lain, untuk bisa survival di negeri tempat dimana lahirnya seorang Kaisar Iskandar Agung. Bravo pahlawan devisa !
Tanggal 14 Maret 2010, Mr. “M” Athens sudah mengumumkan cara mengumpulkan dana abadi pertamanya dengan istilah 2,5 G, yaitu 2,5 % dari Gaji bulanan disisihkan untuk haknya pakir miskin, uang yang sudah terkumpul sekarang sekitar 600 Euro dan sudah dicanangkan perorang perbulan bisa sisantuni sebesar 75 Euro. Tanggapan dari Masindo Athens cukup positif, malahan banyak yang spontan akan berikan uang 2,5 % nya dari gajinya untuk program ini. Sekarang yang pegang amanah ini Bapak Rayadi dari salah satu keluarga KBRI, dan orang yang spontan akan berikan bulanannya adalah Bapak OEmar Malawat, seorang Meneer kelahiran Belanda lho ! Tetapi keluarganya di Lumajang, Jatim. Tapi dasar si “M” ini ada yang kena sindiran dari ucapannya…”kita harus merasa jadi orang “kaya”…tapi ukurannya bukan punya rumah mewah..naik mercedes bens. Tetapi kaya hati, mau memberi kepada sesama yang lagi haus dahaga akan pertolongan kita, yang berarti baginya untuk survival bertahan hidup yang serba butuh akan euro….”
Akan ada kejutan program keduanya dan akan di umumkan Mr. “M” nanti tanggal 21 Maret 2010 jam 20.00 di KBRI, 99 Marathonodromon Street 15452 Paleo Psychico, Athens. Memang “M” ini bawa berkah kemuliaan bagi sesama ummatNya… Amin…di bulan Maret Mulyono Membawa Mberkah Mbagi Masyarakat Mbanyak untuk U-Matnya. Walahu a’lam.